Pengabdian

Pendampingan Pengembangan Usaha dan Peningkatan Kualitas Produk Roti Gembong di UKM Unais Cake & Bakery

                                                  

Beberapa tahun ke belakang, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang pangan semakin menjamur. Keberadaan UKM ini memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun para pelaku usaha UKM sering mengalami permasalahan, terutama di bidang perizinan, peralatan, serta pemasaran. Hal tersebut juga dialami oleh salah satu UKM yang bergerak di bidang bakeri di Sukoharjo, yaitu Unais Cake & Bakery milik Bapak Ibrahim dan Ibu Halim. Tim dosen dari grup riset Food Technology and Innovation (FTI) UNS berusaha mengatasi masalah tersebut lewat program pengabdian masyarakat bertajuk “Peningkatan Kualitas Produk Roti Gembong Melalui Sarana dan Prasarana di UKM Unais Cake & Bakery, Kab. Sukoharjo”.

Program pertama yang dijalankan adalah melakukan pelatihan Cara Produksi Pangan Yang Baik (CPPB) untuk persiapan dan pendampingan pengurusan Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Hal ini ikut didukung dengan pembelian alat-alat untuk menunjang CPPB tersebut. Perizinan PIRT penting karena dapat menjadi acuan bahwa produk yang dihasilkan aman sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Tim dosen juga berbagi pengetahuan tentang langkah-langkah serta dokumen-dokumen yang diperlukan dalam mengurus PIRT. Melalui kegiatan ini, UMKM dapat menjalankan kegiatan produksi dan memenuhi persyaratan pengurusan PIRT dengan lebih baik.

Program kedua yang dijalankan adalah pengadaan alat berupa mesin dough rounder atau mesin pembulat adonan. Permukaan kulit adonan yang terbentuk pada proses ini akan membantu adonan tersebut memerangkap gas sehingga adonan dapat mengembang dengan baik. Penambahan mesin dough rounder dapat membantu meringankan pekerjaan, efisiensi waktu serta meningkatkan produksi UKM tersebut, tanpa perlu penambahan tenaga karyawan dan menghasilkan produk yang lebih baik.

Program terakhir adalah melakukan pelatihan digital marketing dan pembuatan foto produk. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan penjelasan materi terkait strategi digital marketing dan penggunaan fitur Instagram ads. Pelatihan lalu dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan foto produk. Foto produk yang dihasilkan dapat menjadi media promosi produk.

Program ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam melakukan pengabdian terhadap masyarakat serta mendukung pertumbuhan UMKM di era digital yang semakin kompleks. Diharapkan inisiatif semacam ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang signifikan bagi UMKM di seluruh negeri.

 

Pelatihan Pengembangan dan Pengolahan Gembili

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo mengadakan Pelatihan Pengembangan dan Pengolahan Gembili bagi Kelompok Wanita Tani. Acara tersebut terselenggara dengan baik pada hari Selasa, 11 Juli 2023 di Balai Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo juga mengundang beberapa dosen dari Sekolah Vokasi UNS sebagai narasumber pada kegiatan tersebut. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sukoharjo. Acara pertama yaitu pemaparan dari bapak Bagas Windaryatno, S.P. selaku kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo mengenai Kebijakan Pembangunan Pertanian di Kabupaten Sukoharjo. Acara kedua dilanjutkan pemaparan materi oleh dosen D3 Agribisnis UNS ibu Hardian Ningsih, S.P., M.P. mengenai Prospek Budidaya Umbi-Umbian (Gembili) sebagai Diversifikasi Produk Pangan untuk Meningkatkan Pendapatan Petani. Diversifikasi produk pangan ini sangatlah penting dalam mencapai ketahanan pangan suatu wilayah. Sehingga para petani diharapkan mengetahui prospek dan mampu meningkatkan pendapatan dari budidaya umbi-umbian (gembili). 

Acara yang ketiga yaitu pemaparan meteri oleh dosen D3 Teknologi Hasil Pertanian UNS ibu Rini Fertiasari, S.P., M.Sc. Beliau menjelaskan mengenai Pengolahan Gembili menjadi Produk yang Bernilai Tambah dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan. Gembili yang biasanya hanya direbus lalu dikonsumsi, ternyata dapat diolah menjadi berbagai macam olahan produk pangan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah tanpa menghilangkan gizi yang terkandung dalam gembili tersebut. Terakhir yaitu pemaparan oleh dosen D3 Teknologi Hasil Pertanian ibu Rahma Bayunita Hapsari, S.T.P., M.Sc. mengenai Praktik Pengolahan Gembili menjadi Produk yang Bernilai Tambah dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan. Sesi ini mengajak ibu-ibu Kelompok Wanita Tani untuk praktik mengolah gembili menjadi produk olahan donat yang diberi nama “Don’t Lie” dan produk olahan brownies yang diberi nama “Browlie”. Tak lupa pada sesi ini juga dibantu oleh beberapa mahasiswa D3 Teknologi Hasil Pertanian. Produk olahan dari bahan baku gembili tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi kepada Kelompok Wanita Tani untuk meningkatkan pendapat keluarga dan masyarakat sekitar.

Pelatihan pengolahan biji nangka sebagai upaya peningkatan kadar Hb pada remaja putri

                                                                                   

Surakarta, 13 Juli 2023 – Program Studi D3 Teknologi Hasil Pertanian telah sukses melakukan pelatihan pengolahan biji Nangka kepada Kader Kesehatan Desa Mojo di Balai Pertemuan Mojo RT 04/RW 02 Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon Surakarta. Pelatihan ini terselenggara atas bentuk kolaborasi D3 THP Sekolah Vokasi UNS dengan Grup Riset Midwifery D3 Kebidanan Sekolah Vokasi UNS dalam upaya peningkatan kadar Hb pada remaja putri. Remaja putri merupakan kelompok yang sering mengalami anemia akibat dari kekurangan Hb dalam darah akibat dari menstruasi. Pemberian tablet penambah darah merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian ini. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung banyak Fe juga dapat menjadi alternative dalam peningkatan Hb. 

Pada pemaparannya, Dosen D3 Teknologi Hasil Pertanian, Rini Fertiasari, S.P., M.Sc. mengatakan bahwa biji nangka merupakan sumber zat besi yang baik karena mengandung 200 mg Fe dalam 100 gr bijinya. Namun permasalahan yang sering dihadapi adalah pengolahan yang kurang beragam sehingga kurang menarik terutama bagi kelompok remaja khususnya remaja putri. Berbagai pengolahan dapat dilakukan seperti pembuatan keripik, tepung, aneka kue, hingga mie kering. Tidak hanya memaparkan peluang pengolahan biji nangka, beliau juga memberikan informasi terkait penggunaan kemasan dan label yang berfungsi sebagai pelindung serta sumber informasi produk dan diharapkan dapat diaplikasikan oleh peserta untuk pemasaran produknya. 

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan demo dan praktik pengolahan biji nangka menjadi keripik. Keripik merupakan jenis makanan ringan yang diolah dari irisan tipis umbi atau biji dan digoreng dalam minyak. Pengolahan biji nangka menjadi keripik diharapkan dapat meningkatkan minat kelompok remaja khususnya remaja putri untuk mengkonsumsi biji nangka sebagai sumber Fe, mengingat keripik merupakan camilan yang digemari oleh kelompok usia remaja. Praktik dimulai dengan dengan membagi peserta menjadi tiga kelompok kecil serta pemberian instruksi kerja. Kegiatan ini juga dibantu oleh perwakilan GAMALOGISTA, Keluarga Mahasiswa Diploma Tiga Teknologi Hasil Pertanian, yang melakukan demo sebelum akhirnya diikuti oleh para peserta pelatihan. Keripik biji nangka yang telah dihasilkan selanjutnya dibagi menjadi tiga varian rasa yaitu original, jagung bakar, dan bbq kemudian dikemas dalam kemasan standing pouch. 

Kegiatan kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus terlaksana untuk mempererat kekeluargaan dalam lingkungan sekolah vokasi dan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan nyata yang terjadi di masyarakat

 

Prodi D3 Teknologi Hasil Pertanian SV UNS Bantu Optimalkan Produksi di UKM Kunyit Bubuk

                                                               

Munculnya pandemi Novel Coronavirus – 19 (COVID-19) menjadi berkah tersendiri bagi UKM “Muda Bertani” yang berada di kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Pasalnya, tingginya konsumsi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan dan minuman kaya rempah sebagai salah satu usaha menambah imunitas agar terhindar dari penyakit. 

Diketahui, kunyit dan empon-empon lain asli Indonesia mengandung senyawa aktif antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas dan menjaga daya tahan tubuh. Sayangnya, tingginya permintaan akan empon-empon berkualitas tidak diiringi dengan jumlah produksi yang dihasilkan oleh mitra UKM.

Berkaca dari fenomena tersebut, Program Studi (Prodi) D3 Teknologi Hasil Pertanian SV UNS melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk membantu salah satu UKM yang bergerak di pembuatan kunyit bubuk agar meningkatkan kapasitas produksi dan mendapatkan sertifikasi halal.

Kegiatan yang diketuai Lativa Lisya Maghfira dengan anggota tim R. Baskara Katri Anandito, Rini Fertiasari, Rizky Brisha Nuary, Gusti Ananda Syahputri, dan Rahma Bayunita Hapsari ini menggandeng usaha kecil menengah (UKM) Muda Bertani Jl. Gua Kiskendo, Tompak, Giripurwo, Kec. Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun jarak antara mitra dengan Universitas Sebelas Maret adalah 98,6 km.

“Kegiatan ini bertujuan membantu pengembangan usaha UKM melalui inovasi perbaikan mutu proses. Sekaligus membantu mitra untuk mendapatkan sertifikasi halal sebagai jaminan halal untuk konsumen produk empon-empon bubuk,” beber Lativa.

Diketahui, pemasaran UKM melalui platform media sosial dan marketplace hingga ke area luar pulau Jawa. “Saat ini konsumen kami sebagian besar adalah restoran masakan India dan Timur Tengah di Jabodetabek yang membeli dengan ukuran diatas 1 kg. Untuk ukuran kecil biasanya banyak pesan melalui marketplace tokopedia dan shopee. Bahan baku didapat di area sekitar rumah dan terkadang kami beli di supplier di Pasar Beringharjo,” ujar pemilik UKM Muda Bertani.

Diharapkan, kegiatan pengabdian Prodi D3 Teknologi Hasil Pertanian SV UNS memberikan dampak yang positif untuk peningkatan kapasitas, proses, dan efektifitas produksi di tempat mitra.