Pendampingan UMKM Pandega Food dalam Peningkatan Kualitas, Efisiensi, dan Keberlanjutan Produksi Bubuk Lemi Rajungan

Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Riset Grup Food Technology Innovation (FTI) D3 Teknologi Hasil Pertanian Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan dukungan kepada UMKM Pandega Food di Kabupaten Sukoharjo untuk mengolah limbah rajungan (lemi rajungan) menjadi bumbu penyedap bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan poin 12 (Responsible Consumption and Production).

Rangkaian kegiatan dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Pandega Food. Dilakukan evaluasi proses produksi dan diskusi mendalam sehingga diketahui bahwa masalah utama UMKM Pandega Food yakni ketidakkonsistenan kualitas produk. Produk akhir bumbu penyedap masih sering menggumpal dan pasokan limbah rajungan sebagai bahan baku utama tidak stabil. 

Tim Pengabdian selanjutnya melakukan penyusunan bahan dan materi. Kemudian dilaksanakan kegiatan pendampingan dan pelatihan yang dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli. Kegiatan tersebut meliputi pendampingan peningkatan kualitas melalui manajemen produksi dan penyimpanan bahan baku, pemberian mesin powder grinder dan powder mixer, pelatihan teknis pengoperasian, serta pendampingan manajemen stok bahan baku. Segala kegiatan tersebut bertujuan agar UMKM Pandega Food mampu menjaga kualitas produk sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku yang tersedia.

Tim Pengabdian juga menggelar sesi evaluasi guna memastikan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan dapat benar – benar diaplikasikan dan bermanfaat untuk UMKM Pandega Food. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga UMKM mampu memperluas pasar sekaligus berkontribusi dalam pengurangan limbah perikanan yang biasanya terbuang begitu saja.

Kegiatan pengabdian ini juga menjadi bukti nyata prodi D3 Teknologi Hasil Pertanian dalam mendorong inovasi di sektor UMKM pangan lokal dan mendukung pembangunan berkelanjutan. SDGs poin 9 diwujudkan melalui inovasi teknologi dan penguatan kapasitas industri kecil, sementara SDGs poin 12 tercermin dari optimalisasi pemanfaatan limbah sebagai bahan baku bernilai tambah.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru